2.1
Definisi
Perencanaan
sumber daya manusia (PSDM) merupakan fungsi utama yang harus dilaksanakan dalam
orgaisasi, guna menjamin tersedianya tenaga kerja yang tepat untuk menduduki
berbagai posisi, jabatan, dan pekerjaan, yang tepat pada waktu yang tepat.
Kesemuanya ini dalam rangka mencapai tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan
akan di tetapkan.
Werther
dan Davis (1989), mengemukakan perencanaan sumber daya manusia adalah suatu
perencanaan yang sistematik tentang perkiraan kebutuhan dan pengadaan tentang
pegawai. Perencanaan sumber daya manusia merupakan serangkaian kegiatan yang
dilakukan untuk mengantisipasi permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi
di waktu yang akan datang, dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang di
timbulkan oleh kondisi tersebut.
Reilly
(1996:4), mendefinisikan perencanaan sumber daya manusia adalah: A proses in which organization attempts to
estimate the demand for labour adn evaluate the size, nature, and sources on
the supply which will be reired to meet the demand.
Schuler
et al. (1992: 55), perencanaan SDM meiliki dua hubungan penting dengan
lingkungan internal organisasi, yaitu hubungan dengan strategi organisasional
dan budaya organisasional. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa ada empat
kegiatan manusiay ang harus dilakukan oleh perecanaan sumber daya :
1.
Menginventarisasi persedian sumber daya manusia
2.
Memprediksi sumber daya manusia.
3.
Penyusunan rencana-rencana sumber daya manusia.
4.
Memonitor dan evaluasi.
2.2 Tujuan Perencanaan Sumber
Daya Manusia (SDM)
Untuk menentukan kwalitas dan kuantitas kariawan yang akan mengisi
semua jabatan dalam perusahaan:
1.
Untuk menjalin ketesediaanya tenaga kerja masa
kini maupun masa depan, sehinga pekerjaan ada yang mengerjakan.
2.
Untuk menghindari terjadinya miss management
dan tumpang tinggi dalam pelaksanaan tugas.
3.
Untuk mempermudah kordinasi, integrasi dan
sinkronisasi (KIS) sehinga produktivitas kerja meningkat.
4.
Untuk menghindari kekurangan dan atau kelebihan
kariawan.
5.
Untuk pedoman dalam menetapkan program
penarikan, seleksi, pengembangan, kompensansi, pengintegrasian, pemeliharan,
kedisiplinan dan pemberhantian kariyawan.
6.
Menjadi pedoman dalam mutasi ( vertikal atau
horizontal dan pensiun kariyawan)
7.
Menjadi dasar dalam melakukan penilaian
kariyawan.
2.3 Tahap Perencanaan SDM
Langkah – langkah menurut
Jackson & Schuler (1990) meliputi :
1.
Pengumpulan dan analisis data untuk meramalkan
permintaan maupun persediaan sumber daya manusia yang diekspektasikan bagi
perencanaan bisnis masa depan.
2.
Mengembangkan tujuan perencanaan perencanaan
sumber daya manusia.
3.
Merancang dan mengimplementasikan program –
program yang dapat memudahkan organisasi untuk pencapaian tujuan perencanaan
sumber daya manusia
4.
Mengawasi dan mengevaluasi program – program yang berjalan.
2.4
Langkah – langkah menurut Rothwell (1995)
1.
Investigasi baik pada lingkungan eksternal,
minternal, dan organisasional.
2.
Forecasting atau
permasalahan atas ketersediaan supply dan demand sumber daya manusia
3.
Perencanaan bagi rekruitmen, pelatihan ,
promosi, dan lain – lain.
4.
Utilisasi, yang ditujukan bagi manpower
dan kemudian memberikan feedback bagi proses awal.
Perencanaan sumber daya
manusia terdapat empat tahapan yang meliputi :
1.
Pengumpulan, analisis, dan peramalan data dalam
rangka mengembangkan perkiraan pasokan SDM dan permintaan SDM
2.
Menetapkan tujuan dan kebijakan SDM,
mendapatkan persetujuan, dan dukungan dari manajemen puncak
3.
Merancang dan mengimplementasikan rencana dan
program tindakam dalam berbagai bidang kegiatan seperti rekrutmen, pelatihan
dan promosi yang memungkinkan organisasi mampu mencapai tujuan SDMnya
4.
Mengendalikan dan mengevaluasi rencana dan
program kepegawaian untuk memfasilitasi kemajuan ke arah tujuan SDM.
2.5
Faktor perencanaan SDM
Perencanaan
SDM sangat dipengaruhi baik oleh faktor dari dalam organisasi itu sendiri
(faktor internal) maupun faktor yang berasal dari luar organisasi(faktor
eksternal).
1.
Faktor-faktor internal
Adapun berbagai kendala yang terdapat di dalam
organisasi itu sendiri, seperti :
1)
Rencana strategis
2)
Anggaran
3)
Estimasi produksi dan penjualan
4)
Perluasan usaha atau kegiatan baru
5)
Rancangan organisasi dan tugas pekerjaan
Disampng itu, faktor-faktor
internal juga dapat dipilahkan berdasarkan sistemnya, seperti :
1)
Sistem informasi manajemen dan organisasi
2)
Sistem manajemen keuangan
3)
Sistem marketing dan pasar
4)
Sistem manajemen pelaksanaan
2.
Faktor-faktor eksternal
Merupakan
berbagai faktor yang pertumbuhan dan perkembangannya berada di luar kemampuan,
yang termasuk faktor-faktor eksternal, yaitu :
1)
Situasi ekonomi
2)
Sosial-budaya
3)
Politik
4)
Peraturan perundang-undangan
5)
Teknologi pesaing
2.6
Rencana strategis, Teknik-teknik peramalan sebagai instrumen perencanaan
Perdefinisi perencanaan mengandung sifat
peramalan. Dikatakan demikian karena secermat-cermatnya perencanaan dilakukan,
ia tetap tidak bebas dari ketidakpastian sebab faktor-faktor yang berpengaruh
pada dan turut menetukan wujud masa depan yang diinginkan itu sulit
diidentifikasikan secara pasti, untuk meminimalisasi ketidaktepatan itu dapat
diusahakan dengan menggunakan enam teknik peramalan sebagai instrumen perencanaan, yaitu :
1)
Ekstrapolasi
2)
Indeksasi
3)
Analisis statistikal
4)
Analisis anggaran
5)
Analisis kegiatan baru
6)
Penciptaan model dengan bantuan komputer
1.
Ekstrapolasi
Ekstrapolasi
merupakan suatu teknik peramalan dengan memproyeksikan kecenderungan-
kecenderungan masa lalu ke masa depan. Artinya tingkat dan jenis perubahan yang
terjadi di masa lalu digunakan sebagai bahan untuk meramalkan
perubahan-prubahan yang diperkirakan akan terjadi di masa yag akan datang.
Artinya teknik ini menggunakan premise bahwa masa kini merupakan produk masa
lalu dan masa depan tidak bisa dilepaskan keterkaitannya dengan masa sekarang.
Manfaaat ekstrapolasi sebagai instrumen peramalan berangkat dari pemikiran
bahwa kehidupan suatu organisasi merupakan suatu kontinuum.
2.
Indeksasi
Indeksasi
sebagai instrumen peramalan adalah suatu metode memperkirakan kebutuhan
ketenagakerjaan dimasa depan dengan menyesuaikan dengan suatu indeks tertentu.
3.
Analisis Statistikal
Untuk
kepentingan perencanaan jangka panjang, analisis statistikal sangat bermanfaat
karena analisis demikian digunakan dengan memperhitungkan perubahan yang
mungkin terjadi sebagai penyebab bergesernya tuntutan terhadap kebutuhan akan
sumber daya manusia.
4.
Analisis Anggaran
Salah
satu praktek manajerial dalam semua jenis organisasi adalah keharusan bagi para
pemimpin berbagai satuan kerja untuk menyusun rancangan anggaran belanja bagi
satuan kerja yang dipimpinya.
5.
Usaha baru
Penggunaan
instrumen ini biasanya berarti bahwa para perencana memperhitungkan kebutuhan
akan sumber daya manusia dengan memperhitungkan perkiraan organisasi yang
bersangkutan sendiri dengan situasi yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan
lain yang sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut
6.
Penciptaan model dengan bantuan komputer
Dewasa
ini salah satu pendekatan yang dianggap paling caggih dalam perencanaan sumber
daya manusia adalah penciptaan berbagai model peramalan dengan bentuan
komputer. Salah satu keuntungan yang dapat dipetik dari pemanfaatan teknologi
komputer dalam perencanaan sumberdaya manusia ialah bahwa jika terjadi
perubahan dalam penawaran dan atau permintaan ketenagakerjaan, perubahan
tersebut dengan segera dapat dimasukkan ke dalam komputer untuk menyempurnakan
rumus peramalan sehingga aktualisainya lebih terjamin.
2.7
Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam evaluasi perencanaan sumber daya
manusia
1.
Audit sederhana terhadap sasaran apakah
memenuhi tujuan, kekosongan terisi, biaya berkurang, dan sebagainya. Sedangkan
tingkat audit tergantung pada tujuan organisasi dan seberapa jauh analisis
terhadap keberhasilan maupun penyimpangan dapat dilakukan.
2.
Evaluasi sebagai bagian dari tinjauan prosedur
organisasi lain sesuai standar penggunaan : Prosedur total kualitas; perlu bagi
kebutuhan pengawasan dan dapat menggambarkan atensi bagi ketidakcukupan SDM
.Prosedur investasi manusia; perlu pengawasan bagi hasil pelatihan terhadap
analisis kebutuhan pelatihan bagi seluruh karyawan berbasis kontinyuitas. Dan Pendekatan
analitis bagi utilisasi sumber daya
manusia dan pengawasan hasil
3.
Evaluasi sebagai bagian dari audit komunikasi
general atau survei sikap karyawan. Dimasukkannya hal-hal berikut sebagai
bagian audit yang lebih luas atau tinjauan fungsi SDM : Nilai tambah yang
diperoleh organisasi, misalnya dalam mengembangkan manusia atau pengurangan
perpindahan tenaga kerja. Dalam pemenuhan target departemen sumber daya manusia
atau penetapan fungsi· Dalam pengwasan pencapaian “equal opportunity target” dalam hal gender atau ras. Sebagai bagian
bentuk internal atau eksternal bench-marking
komporasi dari perencanaan sumber daya manusia yang digunakan dan outcomes dalam bagian lain di organisasi
yang sama
4.
Melakukan review atas penilaian individu.
Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa tujuan perencanaan sumber daya manusia
adalah memastikan bahwa orang yang tepat berada pada tempat dan waktu yang
tepat, sehingga hal tersebut harus disesuaikan dengan rencana organisasi secara
menyeluruh. Salah satu hasil evaluasi penerapan program jangkan panjang dapat
ditujukan bagi perencanaan program suksesi.
2.8 RUMUS PERHITUNGAN KETENAGAKERJAAN
Beberapa model pendekatan
yang dapat dipergunakan dalam penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan
(perawat atau bidan) di rumah sakit ;
1.
Rawat
Inap
2.
Berdasarkan
klasifikasi pasien
3.
Kamar operasi
4.
Gawat darurat
5.
Critical care
6.
Rawat jalan
7.
Kamar bersalin
2.8.1.
Ruang rawat inap
Cara perhitungan
berdasarkan :
1)
Tingkat
ketergantungan pasien berdasarkan jenis kasus
2)
Rata-rata
pasien perhari
3)
Jam
perawatan yang diperlukan /hari/pasien
4)
Jam
perawatan yang diperlukan/ruangan/hari
5)
Jam
kerja efektif setiap perawat/bidan 7 jam perhari
Tabel 2.1: Rumus penghitungan ketenagakerjaan pada rawat
inap:

Keterangan :
Berdasarkan penelitian dari luar
Jadi jumlah tenaga
keperawatan yang diperlukan adalah :
|
Jumlah jam perawatan
Jumlah kerja efektif per sheet
|
93
7
|
Untuk perhitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah
(faktor koreksi) dengan:
1.
Hari libur/cuti/hari besar (loss day)
Hari libur/cuti/hari besar (loss day)
2.
Jumlah tenaga keperawatan
yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan (non nursing
jobs) seperti contohnya ;
Membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruangan,
kebersihan alat-alat makan
pasien, dll diperkirakan 25% dari jam pelayanan keperawatan
Jumlah tenaga = tenaga yg tersedia + faktor
koreksi 16,5 + 4,1 = 20,6 (dibulatkan 21
perawat/bidan)
Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan
untuk contoh di atas adalah 21 orang.
2.8.2. Berdasarkan klasifikasi pasien
1. Tingkat ketergantungan pasien :
Pasien diklasifikasikan dalam beberapa kategori yang
didasarkan pada kebutujan terhadap asuhan keperawatan kebidanan meliputi :
1)
Asuhan
keperawatan minimal (minimal care)
2)
Asuhan
keperawatan sedang
3)
Asuhan
keperawatan agak berat
4)
Asuhan
keperawatan maksimal
Tabel 2.2 Rumus penghitungan jumlah
ketenagaan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien
|
No
|
Kategori*
|
Rata-rata jumlah pasien/hari ●
|
Jmlh jam perawatan/hari
|
Jml
jam perawatan/hari (c X d)
|
|
A
|
B
|
C
|
D
|
e
|
|
1
|
Askep Minimal (minimal care)
|
7
|
2
|
14
|
|
2
|
Askep sedang
|
7
|
3,08
|
21,56
|
|
3
|
Askep agak berat
|
11
|
4,15
|
45,65
|
|
4
|
Askep Maksimal
|
1
|
6,16
|
6,16
|
|
26
|
87,37
|
Keterangan :
* : uraian
penjelasan terlampir
● : berdasarkan penelitian di luar negeri
|
Untuk perhitungan jumlah tenaga tersebut
perlu ditambah (faktor koreksi) dengan:
1.
Hari libur/cuti/hari
besar (loss day)
|
2.
Jumlah
tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan (non nursing
jobs) seperti contohnya ;Membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruangan,
kebersihan alat-alat makan pasien, dll diperkirakan 25% dari jam pelayanan keperawatan
|
Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan untuk
contoh kasus di atas adalah sebanyak 21
orang.
2.8.3.
Rumus pada Kamar Operasi
Dasar perhitungan tenaga di kamar operasi
1.
Jumlah
dan jenis operasi
2.
Jumlah
kamar operasi
3.
Pemakaian
kamar operasi (diprediksi 6 jam per hari) pada hari kerja
4.
Tugas
perawat di kamar operasi; intrumentator,
perawat sirkulasi (2 orang/tim)
5.
Ketergantungan
pasien :
1)
Operasi besar : 5 jam/ 1 operasi
2)
Operasi sedang
: 2 jam/ 1 operasi
3)
|
2.8.4 Gawat Darurat
Dasar perhitungan di unit gawat darurat
adalah :
1.
Rata-rata jumlah pasien/hari
2.
Jumlah jam perawatan/hari
3.
Jumlah efektif Perawat/hari
Contoh :
Rata-rata jumlah pasien/hari = 50
Jumlah jam perawatan = 4 jam
Jam
efektif/hari = 7 jam
Jadi kebutuhan tenaga perawat di IGD :
2.8.5 Critical Care
Rata-rata jumlah pasien/hari = 10
Jumlah jam perawatan/hari = 12
|
2.8.6 Rawat jalan
Rata-rata jumlah pasien 1 hari = 100
Jumlah jam perawatan 1 hari
= 15
|
2.8.7 Kamar
bersalin
1)
Waktu
yang diperlukan untuk pertolongan persalinan mencakup kala I s/d IV= 4
jam/pasien
2)
Jam
efektif kerja bidan 7 jam/hari
3)
Rata-rata
jumlah pasien setiap hari = 10 pasien
Contoh :
Jumlah bidan yang diperlukan:
|
BAB 3
SIMPULAN DAN SARAN
3.1 Simpulan
Perencanaan
sumber daya manusia (Human Resource
Planning) merupakan salah satu fungsi dalam Manajemen Sumber daya manusia
yang mengorientasi pada bagaimana menyusun langkah-langkah strategi menyiapkan
sumberdaya manusia (pegawai/karyawan) dalam suatu organisasi secara tepat dalam
jumlah dan kualitas yang diperlukan. Perencanaan SDM sebagai; proses manajemen
dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisinya saat
ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan dengan menggunakan data sebagai
pedoman perencanaan di masa depan.
Perencanaan
sumber daya manusia awal difokuskan pada perencanaan kebutuhan sumber daya
manusia di masa depan serta cara pencapaian tujuannya dan implementasi
program-program, yang kemudian berkembang, termasuk dalam hal pengumpulan data
untuk mengevaluasi keefektifan program yang sedang berjalan dan memberikan
informasi kepada perencana bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan
program daat diperlukan.
Dalam
pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan
strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untukmeminimalisikan adanya kesenjangan
agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi
dapat dicapai.
3.2 Saran
Semoga
dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi pembaca.dan dapat memudahkan bagi
pembaca untuk mengetahui tentang Tujuan Perencanaan
Ketenagakerjaan,Tahap perencanaan SDM
menurut MAKP.
DAFTAR PUSTAKA
Dessler, G. 2000. Human resource management. 8thEdition. New Jersey:
Prentice-Hall.Inc
Iswanto, Yun. 2009. Materi pokok manajemen sumber aziz sanapiah. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Masagung. 1986. Organisasi, kepemimpinan dan perilaku administrasi. Jakarta: C.V.
Pemerintah daerah pusat (pusat kajianpemerintahan
STPDN). 2002. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Bandung. Fokus Media kerjasama dengan pusat kajian Pemerintahan
STPDN.
Siagian,Sondang.P. 2009. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta:
Bumi Aksara
Susilo,Heru. 2000. Mencari starategi pengembangan sumberdaya manusia. Jakarta. Manajemen
Pemerintahan Baru, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
Sutrisno,Edi. 2010. Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Kencana media group
Triyana
Iskandarsyah.1997, Ed7, Jakarta: PT.
Prenhallindo, Siagian.
Usmara, A. 2002. Paradigma baru manajemen sumber daya manusia. Yogyakarta. Amara books.
No comments:
Post a Comment